Minggu, 23 Juni 2013

Puisi Sampah

Jangan lambaikan tanganmu
Sudah cukup membuat pipiku meradang merona membelah jiwa
Jangan tunjukkan senyummu
Beribu kali aku pingsan karena hal yang sama

Berhentilah menengadah
Wajahmu terlalu indah untuk kutatap
Berhentilah berbicara
Karena suaramu terlalu syahdu terdengar dalam telingaku

Ketika suatu saat kau tau
Aku berharap memimpikanmu disetiap pejaman mata ini
Berdecak kagum disaat tanganmu mengayun mengikuti iringan langkah
Dan mengguman, seolah kau yang paling indah

Jangan tertawakan aku
Karena ini memang nyata
Jangan pandang aku layaknya gadis kecil yang digelayuti perasaan asmara
Biarkan aku menyebutmu pangeran hidupku

Sudahlah, ini hanya satu dari berjuta puisi indah yang terdengar sampah
Bertahan di dimensi ini saja membuatku jengah
Sampai kapanpun aku hanya percaya
Kalau ini hanya impian, bukan kenyataan
Jadi, puisi sampah ini juga hanya do'a, bukan pengharapan

(Created by ; Desi Dwi Siwi Atika Dewi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar