Minggu, 23 Juni 2013

"Abu"

Jika tak kau perbolehkan aku mengambil abu,
lalu harus dengan apa ku-ibaratkan kasihku untukmu?
Mawar terlalu indah untuk dilihat,
begitu pula air yang terlalu jernih untuk diminum.

Ini berbeda, bagaimana kau meluluhlantahkan semuanya
Begitu nyata, namun sangat hambar karna tanpa kenangan bahagia
Banjir yang menerjang saja, pasti mengayunkan manusia yang terpaksa menari

Kalau itu kau, sudah cukupkah melintasi ruang lingkup bahagiaku?
Menjelmalah menjadi abu, terbanglah melewatiku seperti angin yang berhembus
Membuatkku terbatuk, sakit untuk waktu yang cukup lama
Toh, sudah lama pula kau bertengger di dahan yang rapuh

Tak perlu kau ucapkan berbagai manisnya kata
Hanya perlu melebur seperti abu,
Menghilang di antara bisikkan angin
Dan aku akan sadar, bahwa kau tak bisa lagi kugenggam..

Created by : Desi Dwi Siwi Atika Dewi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar