Minggu, 11 Mei 2014

Dengarkan Sejuta Ceritaku

Keegoisanku bercerita
Membahananya berjuta angan beriringan dengan mega
Berkutat bersama awan
Mengenang sejuta pinta berdecit dalam logika

Kekejamanku bercerita
Mau tak mau yang kau unjukkan
Tetap harus terpatri dalam nadi
Mengalir mengunci setiap pemberontakan jiwa
Mengusap peluh yang jatuh mengikuti ungkapan kedamaian

Kisahku bercerita
Rosie mengenang sunset dengan segala bahagia
Tegar mengenang sunrise dengan penguapan kesempatan
Berjuta pinta berdenyut, mengaduh, mencabik
Berselempangan selendang kepedihan jiwa
Aku disini, bercerita

Logikaku bercerita
Desir angin membuatku terkikis membidik angin
Andai kau tau,
Berapa besar nanah perjuangan pelampiasan jiwa
Berapa besar bulan yang kugambarkan dalam logika tak bermakna

Karena kau,
Aku mampu bercerita
Aku mampu mengalunkan sejuta syair terindah semesta
Namun namanya mega,
Hanya cukup dilihat dengan kelopak basah berbalut luka
Karna rasanya perlu menua untuk terus bertahan

(Desi Dwi Siwi Atika Dewi, 11mei 2014)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar