Minggu, 04 Mei 2014

Perjamuan Senja

Senja menjanjikan rembulan
Menguas siluet orange yang tergambar indah
Menemani kaki berjajar menapak
Tanpa bergantian mengelus tanah-tanah basah

Bersama mereka
Yang entah berimajinasi atau berkutat dengan persepsi
Aku mengumbar nanarnya bola mata
Mengikuti tetes-tetes air hujan
Yang berjatuhan mengiringi kuasan ilahi

Ratusan denting detik mengalun
Mengoyak pikiran dan ketidaksabaran
Fana yang memang maya
Bukan berarti tak akan pernah menjadi nyata bukan?

Disini, di tengah kerumunan
Berpuluh puluh kepala dan berjuta tatapan
Terusir oleh dinginnya penantian rindumu
Menapak, menjejak, namun melayang dikepung dentuman waktu

Bersamaan dengan itu
Angin mengabarkan dengan eseman manja
Menggerayangi seluruh pikiran yang beradu
Berjuta langkah mataku menemani
Berjuta doaku melayang, entah sampai sekarang
Atau berjuta tahun lagi

Perjamuan menanti rembulan baru saja dimulai
Inginku baru saja mulai bereaksi dengan janji malam
Namun perjamuan menyapa perpisahan sudah dilayangkan
Langkahmu yang diiringi doa
Semoga semakin mantap menapaki jaman

Sampai saatnya nanti
Perjamuan itu akan hangus dimakan phytagoras
Nanar menatap hujan akan bercampur bersama geometri
Dan akan kutemui kembali peristiwa percepatan yang tidak bisa dihubungkan dengan fisika di kota ini

-desi dwi siwi atika dewi-
Mengenang perjamuan di kota tercinta
Happy birthday for you, 24 april 2014.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar