Selasa, 31 Januari 2017

Rintik Hujan

Kembali menyapa,
Rintik hujan ini datang dalam kenangan yang aku gambarkan
Melewati rindu yang kusejajarkan dengan doa,

Melipat raga, aku memejamkan mata
Melihat seringaimu malam itu
Aku lupa akan Lelah
Aku telah bebas dalam neraka pilu yang diseimbangkan dengan nelangsa
Magis,memang.

Dalam hangatnya pelukku
Aku sibuk mencarimu di sela rintik hujan malam ini
Rasanya, baru kemarin aku melihatnya bercermin
"Ganteng ya"
Lalu aku mematung menjadikanku batu karena lelah memuji

Kurasa,
rintik hujan ini puas memaksaku kembali dalam konotasi
Kamu adalah rintik hujan yang dikirimkan halus dalam rinduku
Menggelar pertunjukan berbagai suara dalam imajinata
Tidak berhenti mengaliri sawah kami meski dingin

Dan kepadamu, rintik hujan yang kupeluk hangat - hangat
Sebesar apapun buihmu dalam malam dan pagiku
Aku mencintaimu.

(Inspirasi Kekosongan-a)
Yogyakarta, 31 Januari 2017

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar