Selasa, 31 Januari 2017

Penadah Duka

Kembali bersama duka,
Sri Ningsih mengabur dalam hujan air mata

Sekelebat beban masa lalumu kembali datang
Hilir mudik disepanjang perjuanganmu
mengemis makan dan kesejahteraan

Aku menangis mengenang
Betapa banyak rindu yang kau tanam
Berapa kali luka menganga menjadi topangan
Berair lah bah dalam rumah yang kau perjuangkan

Untukmu, Sri ningsih
Tetaplah berbahagia dalam dukamu
Tetaplah menjadi senyum dalam perihmu

(Sri Ningsih, Tentang Kamu. Tere-liye)
yogyakarta, 31 Januari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar