Rabu, 16 Maret 2016

Menikahimu

Kunikahi sudah kepahitan hidupmu
Dengan ari ari yang kini kubawa berlari disampingmu
Jangan berhenti!
Katamu ketika jarak kita semakin dekat dengan nadi yang kupotong berulang

Sudah berapa lama aku menikahimu?
Dengan mata yang kutuntun melagu
Bercerita dengan mulut yang kuhisap dengan nyanyian
Sampai jemariku yang kau genggam erat tanpa jeda

Hingga kini,
Perasaanku tak kunjung reda
Ujung yang kutemukan telah berlanjut kepada dinding betonnya
Aku selalu melihat indah,
Di bawah
Di ujung kasih perjanjian masa depan kita
Walaupun darah kakiku mengalir menemani jeritan kakiku merangkak naik

Yogyakarta,
15 Maret 2016.
H-19 UN 2016.
(Inspirasi kekosongan-a)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar