Jumat, 18 September 2015

Perayaan kesepian

Pagi ini
Langkah kakiku masih bising
Beradu dengan angin yang berhembus tak ingat tepian
Kata kata yang kusimpan sejak temaram
Menohok di tenggorokkan
Ingin segera berlari menuju ruang bebas,
Yang berkali kuulang dalam sajak

"Permisi" katanya
"Tetap disini, maka tak akan pernah aku sepi"
Jawabku ditelantarkan kesendirian
Maka kami menciptakan dimensi baru
Di dalam perayaan kesepian
Bersamaan dengan kerapuhan
Yang diibaratkan hujan oleh sapardi
Menahan sakit di ujung kerongkong
Meringis diam membungkus baka

Yogyakarta, 19 September 2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar