Tinggalkan aku sendiri, sayang
Puisi ini tak perlu hadirmu untuk tercipta
Ia hanya butuh cintamu
Agar indah kiasannya berperasaan
Rabu, 16 Maret 2016
Minggu, 13 Maret 2016
Wanita Murahan
Tak ada yang bilang padaku
Sayang tak perlu tau
Cinta tak perlu mengumbar
Pacaran tak harus bergandengan
Tak ada yang bilang padaku
Sukmaku yang selama ini berlabuh padamu
Menjanjikan rindu yang kutitipkan pada dahan cintamu yang kemilau
Panggil aku murahan, sayang
Dengan matamu yang rayunya candu
Pegang rinduku dengan kerlingan nakalmu
Karena ini semua adalah frustasiku dalam dirimu
Panggil aku murahan, tuan
Karna tak ada yang bilang padaku
Bahwa ini adalah keresahan siksanya cinta
Hi, selamat usek semuanya!
Yogyakarta,
14 Maret 2016
Kamis, 28 Januari 2016
11.15 pm
Ketidakwajaran lagi-lagi menyeruak.
Aku bosan berpura-pura "baik" dalam kerapuhanku tentang keasingan ini.
Dulu, melihat kumbangku terbang bersama para kelelawar saja mulutku tersenyum;sama dengan hati. Hanya masalah status.
Kini, aku merasakan bagaimana perasaan melibatkan diri untuk bertahan.
Ampuni aku,
Memintamu menyakiti untuk inspirasiku
Cukup saja,
Karna ternyata pahitnya lebih parah daripada gulaku tahun lalu.
Doaku malam ini teruntuk angin malam
Saksikan aku menangis dalam pesona
Ibaratkan aku melayang dalam kusyuknya
"Angin malam, terbangkan rasa memilikiku
Ubahlah keikhlasan dalam diriku,
Agar kelak kudapatkan layanganku sendiri
Bukan serat yang kaugantung di lehermu"
Rabu, 27 Januari 2016
Perjalanan Senja
Aku menyaingi senja,
Menunggumu
Dalam kalut dan kabut,
Menyesap rindu yang kutitipkan kepada angin
Aku mencintaimu,
Mengenang waktu menunggu senja
Aku menyayangimu,
Menerima rinduku sendiri
Menikmati hempasan angin yang menerbangkan kecewaku
Hingga saat ini,
Rasaku menjamur
Melalui perjalanan waktu menunggu senja
Untukmu saja,
Untuk rasa sayangku saja..
Yogyakarta, 28 Januari 2015
Desi Dwi Siwi Atika Dewi
Rabu, 20 Januari 2016
🙆🙆
Rabu, 20 Januari 2016
Ruang kelas XII PMIIA 7
SMA N 2 YOGYAKARTA
13.13 WIB
Hujan, deras.
Wahai inspirasi kekosongan
Maka lihatlah keluar jendelamu
Hujanku telah datang
Menjemput sendu-ku dan sendu-mu dalam bulirnya,
tiap tetes dan embun yang menempeli jendela
Aku membawanya semalam
Dalam kalut rebah otak perasaanku,
Untuk datang menjemput anganku
Bergelayut manja
Nadiku bercerita tentang ironi cinta klasik
dalam doa hujan dan awan
antara keramaian dan kesepian
"Aku mencintaimu
Aku menyayangimu"
Nadiku mulai bercerita kepada hujan derita
Desi Dwi Siwi Atika Dewi
Rabu, 13 Januari 2016
Rekayasa
Lalu dinginku menyerap sepi
Menjadikannya gula bagi kopi pahitku malam ini
Sama sama kebutuhan yang merekayasa
:
Sejak kapan kopiku harus manis?
Sejak kapan dinginku menuntut suasana?