Tampilkan postingan dengan label Secuil Kalimat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Secuil Kalimat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2016

Sakiti aku lagi dengan lidah belatimu
Agar tanganku paham bagaimana penggambaran rasa cemasku ketika menunggu rasa percayamu

Jumat, 31 Januari 2014

"Kalau terus beginipun, aku masih teguh untuk menjadi sosok disampingmu. Dengan sejuta harapan mengisi kalbu, sampai nanti di ujung penantianku. Kau akan mewujudkan semua asa yang menjadi perih seiring perjalanan. Sederhana bukan?"

Jumat, 24 Januari 2014

"Kalau terus begini, rasanya sulit untuk memilih hilang. Kau selalu mulai menghilang, lalu membuatku tersenyum dengan hadir kembali sebagai sosok yang berbeda. Aneh, namun begutu berwarna"

Kamis, 19 Desember 2013

" Rupanya niatan yang meradang, memilih mengalah dengan keadaan. Rupanya kata2 yang terselip dalam untaian kalimat sederhana, mampu menerbangkan semangat dan mengais harapan. Jangan terlalu sering berbuat ini jika maksudmu berbeda dengan apa  yang kupikirkan. "
Mau bilang "gagal move on" aja pake kata2 begituan segala yak.

Senin, 09 Desember 2013

"Tatapan matamu sedikit syahdu, menerjang kelopak impian yang terkikis angan kasih sayang. Bercerita masalah malam memang indah, merngoyak bayangan sepi yang kelamnya mengikis mengukir rindu☆"

Rabu, 30 Oktober 2013

"Ada saatnya, dimana kita percaya akan satu hal. Semua yang dimulai dari fisik, akan berakhir karena fisik juga. Hati menjadi penentu, saat hati haus akan kasih sayang"

Rabu, 23 Oktober 2013

"Pelangi, Matahari berpijak. Ayo cepat kabur menembus luka"



Ketika matahari kembali datang untuk menguas senja, 
tersirat pelangi memancar bercerita tentang indahnya alam semesta.
Kukoyahkan sejenak alunan senja biru di kota tua,
mengukuhkan kembali pancaran mata, 
apalah daya, pancaran mataku tak ckup menelan indahnya alam semesta.
Kupejamkan sejenak, 
Hening menembus sukma
Air mengalir menoreh luka akan alam semesta
Matahari berpijak, menghapus pelangi terindah lukisan jemari sukmaku
Aku berjanji, kalaupun harus mengais rindu akan pelangi,
Sinarmu kan kuterjunkan didalam hati
membekas luka, namun menentramkan abadi

Selasa, 25 Juni 2013

"Kalau perkataanmu itu penuh dengan cibiran manja, takkan kusampaikan kepada hati.
Tapi saat itu, kau sampaikan lewat senyuman pahit, terimakasih atas duri racun sukma yang kaukirim"
"Jangan menangis, aduhanmy saja sudah sangat ironis."

Senin, 24 Juni 2013

"Kalau hariini bisa kuputar, akan kuputar untukmu. Akan kurelakan sedikit waktuku, akan kuhempaskan apa yang menjadi rutinitasku. Tapi apalagi yang kupunya? Indah pesonamu membawaku terus kedepan, terimakasih naungan kebahagiaanku ;)"

Minggu, 23 Juni 2013

"Kalau dunia ini indah? kenapa tak kau usap saja dengan jemari sukma yang terlihat rapuh dimakan cinta? Ini duniaku, ini usaha yang mati - matian kupendam. Melupakan bayangmu saja harus berurusan dengan hati, apalagi harus menghapus senyuman indahmu? ooh. haruskan menikam ratu ingatan masa lampau?"
"Berjuta perempuanmu telah menunggumu di belakang, masih menungguku?
Untuk apa? Hatiku masih dalam proses membakarmu menjadi abu
Setelah kau mencaci makiku dengan ludah dan liurmu,
Hanya untuknya, pengemis luka untuk jiwamu yang kelamnya syahdu"

"Kalau senyummu saja sudah membuatku percaya, kenapa harus melonglong seperti serigala yang kelaparan?"

"Pernahkan aku memintamu berdiri di atas lautan untuk menggugah rasa percayaku? Akahkan kau akan terbang di atas pelangi untuk menjemput anganku tentangmu? Tak perlu lakukan itu, karna hanya melihatmu berdiri di hadapanku saja sudah cukup membuatku merasa ada di langit tertinggi dengan impian yang seakan pasti"
"Tak tau bagaimana, aku bisa tetap jelas melihatmu dari atas merapi. Tak tau bagaimana, bayangmu memang selalu terlintas dibalik penuhnya kapasitas otak yang masih bekerja. Tapi aku tau persis bagaimana aku selalu menuliskanmu dalam harapan masa depanku" 



"Ayunan langkahmu hanya akan menggores luka yang telah mengering
susah payah sudah menggenggamnya dalam hempasan angin.
Kasihmu hanya akan menerbangkan asa
yang hanya terbalut rasa percaya"

"Tuhan, ijinkanlah mulutku mengatakan tidak untuk hal ini. Karena cinta memang telah berhasil membuat otakku gila"
Jika suatu saat nanti kau memutuskan berhenti,
jangan lupa kirimkan elang dan secarik kertas
Agar aku bisa menggapai lelaki lain dengan lebih mudah,
tidak seperti saat aku mengenangmu
air terjun menjadi lumpur saja masih terlalu jernih untuk mengggambarkan keruhnya hatiku
Lihat saja, kepercayaanku terhadap kasihmu memang sangat nyata
Layaknya bumi yang bulat, tak ada keraguan untuknya
Tapi, sepertinya itu tak layak untuk hatiku menyapanya
Jangankan melihat dan bernaung di dalamnya
Harus menggenggam kenangan ini saja sudah membuatku kalut tak terkira

Tapi, seperti bara yang tak bisa terlepas dari abu
Aku sudah terperangkap dalam jebakanmu
Sekarang, melupakanmu saja adalah hal tergila untukku