Kamis, 19 Desember 2013

" Rupanya niatan yang meradang, memilih mengalah dengan keadaan. Rupanya kata2 yang terselip dalam untaian kalimat sederhana, mampu menerbangkan semangat dan mengais harapan. Jangan terlalu sering berbuat ini jika maksudmu berbeda dengan apa  yang kupikirkan. "
Mau bilang "gagal move on" aja pake kata2 begituan segala yak.

Selasa, 17 Desember 2013

Move, move, move on!

"Cie disyaa, senyum-senyum mulu sambil natap hp gitu. Lagi dapet moodbooster ciyee" seru norma dengan suaranya yang ampun badai..bikin telinga seketika mau pecah.
"Apaan sih, nor! Bikin kaget aja. Ya menurutmu aku gila apa ketawa-ketawa tanpa sebab. Ahihihi" lagaknya sih sebel, tapi mimik cerianya yang setiap kali muncul kalo dia lagi bahagia karna hal yang berhubungan sama cowok itu muncul lagi. Selalu bikin orang penasaran. Sebenernya siapa sih yg lagi deket sama dia..walaupun tanpa disuruh cerita, pasti bentar lagi dia juga bakalan cerita sendiri.

Banyak banget hal yang biasanya diobrolin sama 2 sahabat yang selalu bareng itu. Mulai dari hal hal yang biasa, sampe hal hal yang nggak penting. Bahkan masalah cinta. Norma, yang orangnya manis, cantik, tapi pinter banget selalu dideketin sama cowok-cowok ganteng. Tapi norma itu orangnya ya bosenan, jadi dia ya santai -santai aja masalah itu. Palingan dia cuma galau karna suka bimbang mau bener2 ngejalanin hubungan apa harus berhenti karna kadang gampang bosen. Dia bilang dia belum dapet seseorang yang pas di hatinya. Cielaaaah, alay amat. Sedangkan, disya.. dia tu orangnya ya biasa biasa aja gitu. Disukai sama cowok kadang -kadang doang, itu aja pasti dianya nggak suka sama tu cowok. Giliran dia suka sama cowok, eh cowoknya phpin dia lah, nggak peka lah, dan kadang malah nggaksuka beneran sama disya. Kadang dia suka galau, sok galau. Tapi banyak orang bilang kalo disya ini memang pinter nyembunyin semua yang dia rasain,  setiap ketemu bawaannya seneeng aja. Soalnya, dia emang nggakbisa gampang berbagi cerita ke orang lain yang nggak begitu deket sama dia.
"Masih sama, nor. Masih sama dia, masih sama yang namanya fikri. Dianya nggak peka, apa aku yang kepedean ya?" Tiba-tiba mukanya jadi asem kecut nggak karuann gitu pasca ngucapin bebetapa kata yang menurut norma sangat tragis-_-
"Lhoh! Fikri yang itu? Yang kuliah di kedokteran itu kan? Yang cita-citanya malah jadi penjual kaki lima supaya memakmurkan pengguna jalan?"
"Iya, yaampun. Udah lama banget ya? Kurang setia apa cobak~"
"Dis, dis.. ngapain nungguin orang kayak gitu. Sekarang atau besok kan ya sama aja kamu bakalan geloo. Tapi ya gimana ya, dia tu menurutku baik sih dis, aku sih dukung2 aja kalo kamu sama dia. Yaaah, biarin berjalan dengan sendirinya aja, tapi jadiin santai aja ya. Jangan terlalu dipikirin. Dia kan deket dan baik sama semua orang. 5 tahun kek 6 tahun kek, kehitung kamu suka sama dia..tetep sama aaja kalo dianya belum nanyain kepastian" ini nih nasehatnya yang paling ngena~

Iya, walaupun udah dikayak gituin, Disya tetep bertahan. Walaupun dianya ya berasa jadi orang terngenes sedunia. Tapi semuanya kan emang nggak begitu penting, toh disya juga masih sekolah.
"Haha, kalo cuma cari status sih, akuudah bisa jadian sama cowok lain. Yang lebih ngerti, yang lebih pengertian, yang lebih nggak cuek dibanding dianya sekarang" gitu mulu curhatannya.

Namanya burung, ya.. pasti ngerasa bodoh banget kalo harus cari ranting yang rapuh dan gatau mau jatuh apa tetep jadi rapuh sampe patah kalo ada angin gede. Pasti jauh lebih berfikir untuk cari tempat yang lebih baik, yang lebih layak. Tapi kalo ranting itu yang selama ini bikin dia senyum, bisa bikin dia kuat, kenapa harus pindah ke ranting yang kuaat yang diperebutin burung - burung lainnya?

"Nor, aku mutusin buat move on nih kayaknya. Aku berasa diusir pelan-pelan, dipaksa ngejauh, tapi terpaksa mendekat buat alasan temen. Dong kan? " gatau mendung atau beledek macem apa yang bikin disya tiba2 ngomong ini ke norma waktu mereka jalan bareng di mall pasca uas selesai.
"Ngomong apaa dis? Kamu udah berkali2 ngomong pengen move on sama aku. Tapi buktinya juga malah balik lagi,kan? Malah hubungannya semakin jauh. Udah kamu paling sama dia ujung2nya. Wkakaka" berasa pengen nelen nggaksih??-_-
"Nor, dia udah nyuruuh aku buat cepet-cepet taken malah. Dia nyuruh aku nyari cowok .-." Poker face.
"Hah? Gimana ceritanya tu orang. Jahat amat. Tapi ya coba turutin aja. Berarti selama ini kamu salah ngartiin kali. Dianya cuma mau jadi temen" kaliini langsung nengok dan mandang disya, lagi-lagi muka tragis.
"Iya, mungkin gitu, mungkin harus move on"

Setidaknya, keputusan belum tentu kewujud. Masih bisa berubah ditengah jalan, masih balik arah. Tapi setidaknya saat ini. Cuma itu doang, disya cuma gamau lagi buat berharap, belum bisa ngilangin rasa secara instan, tapi belum berfikir untuk nunggu lebih lama lagi.
"Iyaaa..move on. Tapi jangan lupa belajar juga kali" pesan penyemangat sebagai akhir dari semua penantian#tsaaaah. Fiktif, thanks

"Terselip nada pilu disetiap kekecewaan,
Tapi pasti ada harapan dibalik keterpaksaan.
Umur yang belia,
kasih yang menjamur,
manjadi tantangan setiap insan untuk berlomba.

Menangkis kecewa menebar harapan,
Mengesampingkan rindu bergegas maju
Menjadi harapan bagi kasih yang setia,
Menjaga dan menuntun langkah ini
Menuju cita dan harapanku"

Senin, 09 Desember 2013

"Tatapan matamu sedikit syahdu, menerjang kelopak impian yang terkikis angan kasih sayang. Bercerita masalah malam memang indah, merngoyak bayangan sepi yang kelamnya mengikis mengukir rindu☆"

Rabu, 30 Oktober 2013

Lagi nyaman sama satu lagu karna berada dalam satu kondisi yang sama. Pernah ngerasain? Oke, ini masih kelanjutan cerita kemaren. Cerita yang belum ada ujungnya, masih dalam tahap konflik yang belum ketemu alasan dan penyelesaiannya.
Nadya Fatira dengan suaranya yang lembut udah serasa ngerti banget apa yang lagi penulis rasain, bukan lebay. Taapi dalam masa yang emang alay.

Lirik lagu : Kata Hati
Nadya Fatira

Sore senja di sudut Jogja 
Terucap doa kau tau isi hati ini 
Dan bila itu tak terungkap
Tetap ku nikmati, rasa jatuh sendiri 
Tak mampu ku ungkap segalanya
 
Izinkan ku renungkan 
Sgala rasa… 
Biarkan kata hati bicara 
Dan bila kita tercipta 
Untuk bersama 
Biarkan kata hati yang tunjukkan
 
Mungkin nanti akan ku sesali
Hari ini ku diam dan tak lakukan
Tak mampu ku ungkap segalanya
 
Izinkan ku renungkanSgala rasa… 
Biarkan kata hati bicara 
Dan bila kita tercipta 
Untuk bersama 
Biarkan kata hati yang tunjukkan

Lagu yang menceritakan tentang seseorang yang lagi suka sama orang lain, tapi nggak bisa ngungkapin perasaannya. Akhirnya, dia milih buat diam, dan nunggu. hehe:)
"Ada saatnya, dimana kita percaya akan satu hal. Semua yang dimulai dari fisik, akan berakhir karena fisik juga. Hati menjadi penentu, saat hati haus akan kasih sayang"

Cahaya 

Secercah cahaya bintang
Mengayomi kehidupan malam
Yang senantiasan gelap, menempatkan keterpurukan
Mengayun mengulas kepahitan di relung sukma

Sampai kapan lagi mau kau tunjukkan hebatnya auramu?
Mengurung tatapan rindu,
Berceloteh riang ditengah harap,
Dan menunggu sebuah kata yang menyimpan janji

Kalau dunia dikuasai cendekia
Sekalipun saja, tak akan pernah goyah keterpurukan ini
Menjelma menjadi kutukan terburuk semua insan
Menggenggam udara hampa yang terbungkus luka

Namun, jiwa yang sepi tak akan pernah kosong
Mungkin, lebih banyak dari jumlah bintang yang berdansa di keheningan malam
Seperti cahaya yang terlihat diam, 
hanya diam, hanya berusaha menerangi,
bukan berusaha meminta awan untuk sekedar beristirahat :)

created by : Desi Dwi Siwi Atika Dewi

Rabu, 23 Oktober 2013

"Pelangi, Matahari berpijak. Ayo cepat kabur menembus luka"



Ketika matahari kembali datang untuk menguas senja, 
tersirat pelangi memancar bercerita tentang indahnya alam semesta.
Kukoyahkan sejenak alunan senja biru di kota tua,
mengukuhkan kembali pancaran mata, 
apalah daya, pancaran mataku tak ckup menelan indahnya alam semesta.
Kupejamkan sejenak, 
Hening menembus sukma
Air mengalir menoreh luka akan alam semesta
Matahari berpijak, menghapus pelangi terindah lukisan jemari sukmaku
Aku berjanji, kalaupun harus mengais rindu akan pelangi,
Sinarmu kan kuterjunkan didalam hati
membekas luka, namun menentramkan abadi