Kamis, 31 Maret 2016

Titik.koma,

Kita adalah titik dan koma
Yang membatasi dan menggabungkan

Kita bukan tanda hubung
Yang adanya membuat spasi menjadi tidak berguna
Memilih masuk di antara dua kata yang jajarnya tak selalu bermakna

Tetapi kita adalah titik dan koma
Yang selalu ingat akan jarak
Meneegaskan adanya akhir untuk cerita baru kita lagi

Tetap saja menjadi titik koma
Maka maknaku akan selalu butuh kehadiranmu
Dan kehadiranmu akan memaknai keberadaanku

(Inspirasi kekosongan-a)
Yogyakarta,
1 April 2016

Kamis, 17 Maret 2016

Aku dan Kamu

Aku merindukan diriku
Ada dalam basah yang mengalir
Di dalam detakmu
Di dalam semua darahmu

Aku menginginkan aku
Terpisah dalam kisah yang tak berujung
Tentang elegi konflik klasik cinta dan sayang
Namun kembali bertemu

Aku dan kamu,
 dalam anatomi perjodohan Tuhan
Dan semesta adalah saksinya

Yogyakarta,
Inspirasi kekosongan-a

Sepasang Cicak

Mataku mengiringi langkah kaki
Piring dan gelas berdenting jelas disamping telinga kananku

Ada dua cicak di pojok sana
Menatap dengan ilusi yang abstrak kubaca
Tatapan kami bertemu dalam curiga
"Sedang apa kau cicak menjijikan"
Aku bergidik sambil mengeram dalam imajinasi

Sepasang cicak dengan dua mata sedang menatapku
Rasaku tak enak
Gundahku terbaca sudah
Urat nadiku diiris oleh perasaan cemas yang sudah kubawa sedari pagi
Menyatu dalam tubuhku yang lulainya candu

Dua ekor cicak menjauh
Mulai lelah menjamah pikiranku

Olive, Yogyakarta
18 Maret 2016

Nyanyian Senja

Aku melihatmu dalam jarak
Begitu nyata
Begitu rakus ingin kugenggam

Aku menciummu dengan angin
Melihatmu bersolek mengikat cakrawala sore ini
Menikmati sambutan awan kepada rembulan
Mencicipi secangkir kopi bersama merpati yang singgah senja ini

Aku disini saja
Melihat semuanya terjadi
Mengawasimu dalam rindu tak berujung
Mencintaimu dalam kisah yang tak pernah tertulis

Yogyakarta, 17 Maret 2016
(Inspirasi kekosongan-a)

Sesekali

Sesekali,
Ijinkan aku bercermin
Dalam kristal luka yang kautanam

Sesekali,
Sambutlah aku dengan ikhlas topanganmu
Belai aku dengan indah rindumu

Sesekali,
Bimbing aku masuk dalam nafasmu
Genggam nadiku di dalammu
Tutup kelopak mataku dalam cintamu

Yogyakarta,
17 Maret 2016
(Inspirasi kekosongan-a)

"I will be there, until my words are too late to make my feeling gets better"

Bercinta dengan Semu

Sore ini
Cakrawala menyembunyikan kilau mentari
Awan berlari, bergoyang klasik
menuju riuhnya permainan merpati
Mobil mobil mengitari ramai jalanan kota senja
Menyembunyikan koruptor kelas kakap yang berjas hitam dalam badannya
Anginpun berbisik,
tentang cerita anggun dari amplop surat kesepian,
pagi tadi

Aku terduduk dalam alunan ramai sambutan rembulan
Memandang kubangan air didepanku
Yang akan menghias pakaianku ketika terpaksa terinjak
Bukan heran,
Otakku bahkan sedang kacau
Berfikir tentang cerita angin

"Aku bercinta denganmu, semu
Aku memilikimu, semu
Lalu kau pergi dalam darah yang kupompa mati-matian setiap detiknya"
Untuk apa? Katanya
"Untuk menjadikanmu utuh dalam diriku
Tapi tak apa,
Karna cintaku masih berbalas semu
Tetaplah ada dalam kesemuan pikiranku"

Bukankah itu surat untukmu, Tuhan ?
Aku menulisnya semalaman untuk kau kabulkan

Yogyakarta, 17 maret 2016
(Inspirasi kekosongan-a)

Rabu, 16 Maret 2016

Menikahimu

Kunikahi sudah kepahitan hidupmu
Dengan ari ari yang kini kubawa berlari disampingmu
Jangan berhenti!
Katamu ketika jarak kita semakin dekat dengan nadi yang kupotong berulang

Sudah berapa lama aku menikahimu?
Dengan mata yang kutuntun melagu
Bercerita dengan mulut yang kuhisap dengan nyanyian
Sampai jemariku yang kau genggam erat tanpa jeda

Hingga kini,
Perasaanku tak kunjung reda
Ujung yang kutemukan telah berlanjut kepada dinding betonnya
Aku selalu melihat indah,
Di bawah
Di ujung kasih perjanjian masa depan kita
Walaupun darah kakiku mengalir menemani jeritan kakiku merangkak naik

Yogyakarta,
15 Maret 2016.
H-19 UN 2016.
(Inspirasi kekosongan-a)

Tinggalkan aku sendiri, sayang
Puisi ini tak perlu hadirmu untuk tercipta
Ia hanya butuh cintamu
Agar indah kiasannya berperasaan

Minggu, 13 Maret 2016

Wanita Murahan

Tak ada yang bilang padaku
Sayang tak perlu tau
Cinta tak perlu mengumbar
Pacaran tak harus bergandengan

Tak ada yang bilang padaku
Sukmaku yang selama ini berlabuh padamu
Menjanjikan rindu yang kutitipkan pada dahan cintamu yang kemilau

Panggil aku murahan, sayang
Dengan matamu yang rayunya candu
Pegang rinduku dengan kerlingan nakalmu
Karena ini semua adalah frustasiku dalam dirimu

Panggil aku murahan, tuan
Karna tak ada yang bilang padaku
Bahwa ini adalah keresahan siksanya cinta

Hi, selamat usek semuanya!
Yogyakarta,
14 Maret 2016