Kamis, 28 April 2016

;

Captain;Civil War
Terhenti. Sama seperti 500 meter didepan mataku. Macet menjelang sore hari. Mengutuk diri kenapa selama beberapa detik dalam khayalanku.
2 tiket sudah ditangan, aku tidak ingin melirik photo box dengan ekor mataku.
"Pasti anak anak alay sedang berpose di dalam sana. Hahaha" tapi asal kalian tau;sayangnya aku ingin menjadi salah satunya.
Namun hmmmm, sepertinya penampilanku sore ini masih belum cocok diabadikan bersama dengan inspirasi kekosonganku.
Oh tidak. Lebih tepat bahwa kami memang tidak ingin disejajarkan dengan makhluk alay lain yang mengunjungi mall ini.

Berbincang.
Em ini hal yang biasa dalam kamus kehidupan sehari hari. Aku begitu menikmati hilir mudik pasangan remaja dan renta yang disibukkan dengan gadget, celingukan, dan obrolan khas sosialita.
Berbeda, aku memilih memesan kopi pahit yang dilabeli mocca;gulaku masih utuh karena mataku manis melihat matamu.
Gila. Suasananya suka.
Berkalikali aku jatuh cinta dengan tawa-mu, berkalikali aku menyayangi matamu, dan berulang kali aku melupakan semuanya seolah2 ini adalah moment pertama disetiap harinya. Bodoh.

Tetapi aku masih meruntuk seiring kakiku yang melangkah bersamamu. Seberapa jauh aku harus bersembunyi untuk melihatmu menegakkan kepala ketika aku bersamamu? Seberapa jengkal jarak kira agar terasa pas untuk dilirik orang lain?
Aku tidak ingin menganalisis jarak ini terlalu jauh, tidak penting. Aku hanya perlu berusaha meyakinkanmu dengan perjuanganku kini. Entah kau sadari atau tidak, inspirasi kekosonganku tidak akan pernah digantikan oleh orang lain. Terimakasih atas jarak ini, tunggu aku membuktikan bahwa "ini wanitaku" bukan hal yang awam lagi di otakmu.
Dear you, i love you❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar