Selasa, 19 Januari 2016

Untuk Malam

Malam telah larut,
Pangeranku telah terlelap, dalam gelap.
Kukirimkan senandung rinduku,
Melalui doa yang kukirim dengan angin malam
Menuju tahta dalam mimpi indahmu.

Peluklah janjiku dalam mimpimu
Janji yang selalu kau tampik karena bimbang
Janji yang mati matian kupegang
Sampai urat tanganku berongga lagi
Semuanya akan nampak nyata lewat surat doa angin malamku
Semuanya akan terasa mengikat dengan ucapan nafas doa malamku

Karna hanya engkau,
Yang sedang terlelap memeluk mimpi,
Sang penerima kuncup doa malam pengharapan angin nafasku.

Yogyakarta, 20 Januari 2016
(Inspirasi kekosongan-a)

2 komentar:

  1. Waw, that's amazing poems ever had. Could you tell me how can you make that ?
    Anyway, My greetings from Boyolali. See You ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. YAAMPUN AKU BARU CEK ADA KOMENTAR INI HUHU. Kamu mungkin lebih bisa membuat puisi dengan versimu sendiri huhu. U just amazing in your way too. Feels luck to see you on my blog btw, Love from jogja, Meisyta:)

      Hapus