Kamis, 28 Januari 2016

11.15 pm
Ketidakwajaran lagi-lagi menyeruak.
Aku bosan berpura-pura "baik" dalam kerapuhanku tentang keasingan ini.
Dulu, melihat kumbangku terbang bersama para kelelawar saja mulutku tersenyum;sama dengan hati. Hanya masalah status.
Kini, aku merasakan bagaimana perasaan melibatkan diri untuk bertahan.
Ampuni aku,
Memintamu menyakiti untuk inspirasiku
Cukup saja,
Karna ternyata pahitnya lebih parah daripada gulaku tahun lalu.

Doaku malam ini teruntuk angin malam
Saksikan aku menangis dalam pesona
Ibaratkan aku melayang dalam kusyuknya
"Angin malam, terbangkan rasa memilikiku
Ubahlah keikhlasan dalam diriku,
Agar kelak kudapatkan layanganku sendiri
Bukan serat yang kaugantung di lehermu"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar